Kisah Si Bungsu dan Sulung

   


   “kring...Kring...kring” Derit Alarm jam weker berbunyi dari kamar Almira, namun seperti biasa ia tak lekas bangun, dan lagi-lagi ibunyalah yang harus pergi ke kamarnya untuk membagunkan si anak paling bungsu itu. “nak....ayo bangun... Sudah subuh ayo lekas sholat subuh, almira sayang..!” ucap ibunya lembut, almirapun akhirnya terbagun dan bergegas merapikan tempat tidurnya lalu bergegas untuk melaksanakan sholat, kemudian setelah itu ia merapikan perlengkapan sekolahnya lalu ia bergegas mandi.

Ibunya kembali ke dapur untuk memasak yang tertinggal sejenak, karena membagunkan si bungsu, kakaknya sudah di teras rumah sedang memanaskan motor peninggalan bapaknya, bapaknya telah meningal dikarenakan sakit yang tidak kunjung sembuh, kejadian itu yang membuat almira kini menjadi anak yatim yang hidup dirumah hanya dengan ibunya dan kakak sulungnya. Mereka adalah keluarga sederhana, bapaknya dulu seorang petani, ibunya hanya pegawai lepas, setelah suaminya meninggal ibunya memutuskan untuk fokus dirumah berjualan di toko kelontong kecil milik mereka, dan kakaknya adalah mahasiswa semester akhir yang dapat beasiswa karena prestasinya.

“Almira.....Dimas.... ayo sarapan dulu, ibu sudah siapkan dimeja !” Ucap ibunya dari dapur memanggil kedua anaknya. Almira yang baru selesai dari kamarnya terlihat seperti buru-buru, “yaa buk.... sebentar baru memakai sepatu..” almira yang selesai memakai sepatu berlari  menuju dapur dengan perlengkapan sekolahnya lengkap dengan tas raket juga bekas dari almarhum bapaknya karena almira hari sabtu ini ada kelas olahraga, dan kakaknya yang telah siap dengan motornya juga bergegas ke dapur.

Mereka bergegas menuju kedapur untuk sarapan pagi, “ini nih kebiasaan si anak manja dan crewet, pagi-pagi sudah ngos-ngosan, belum juga olahraga di sekolah?” celoteh kak dimas menggoda adik bungsunya “udah jangan banyak tanya buruan sarapan terus anterin aku!” jawab almira dengan wajahnya yang  berubah cemberut karena di godain kakaknya, “ha..ha..ha..ha.. siap bos manja” ledek kakaknya lagi, “tuh kan buk, omelin kak dimas dong ganguin aku terus ! rajuk almira kepada ibunya, “sudah..sudah ayo cepat sarapan nanti keburu terlambat kalian, ibu sudah memasak makanan kesukaan kalian ada sayur bayam dan ayam goreng”. Kata ibunya menawarkan makanan sembari mengambilkan piring dan nasi untuk kedua anaknya, “Aku ayam gorengnya saja ya buk?” ucap almira yang tidak suka sayur, “jangan dong sayur itu baik buat kesehatan apalagi kamu nanti mau olahraga biar ada energi yang baik, ibu juga sudah siapkan bekal ada potongan buah apel, kamu makan nanti setelah olahraga ya almira” ucap ibunya mengingatkan almira tentang kesehatan dan makanan 4 sehat 5 sempurna. “tuh dengerin apa kata ibu, anak manja” ucap kakaknya meledek almira, “tuh kan buk.. kak dimas itu” ucap almira menggerutu karena kak dimas tidak berhenti menggoda adik bungsunya yang sangat manja itu, “sudah ayo cepat habiskan sarapanya, susunya juga di habiskan, dimas seperti biasa kamu sebelum berangkat kuliah anterin adik kamu !” perintah ibu supaya anak-anak segera bergegas untuk menyelesaikan sarapannya dan memerintah dimas untuk mengantar adiknya ke sekolah seperti biasa, “baik bu” jawab kak dimas.

Almira adalah siswi SD Sukamakmur dan sedang duduk di bangku kelas 4 dan kakaknya Dimas Kuliah jurusan teknik sipil di salah satu universitas ternama di kotanya, kak dimas juga mendapatkan beasiswa karena prestasinya, usia mereka terpaut jauh karena dianggapnya orangtua mereka saat itu sudah tidak mungkin hamil lagi, namun pada usia yang sudah tidak muda lagi ibunya kembali mengandung dan lahirlah almira.

“terima kasih kak bawel” ucap almira setelah sampai di depan gerbang sekolahnya, almira juga tidak lupa berpamitan dengan mencium tangan kakaknya, “oke...cantik, kakak juga pamit berangkat kuliah ya” pamit kak dimas, “iya kak, hati-hati” ucap almira, walaupun kakaknya sering membuat dia kesal tapi kakaknya juga sangat berarti baginya apalagi sepeninggal bapaknya, kak dimas yang menggantikan sosok bapak bagi  almira, mereka berdua saling menyayangi walaupun terlihat mereka selalu berkelahi kecil seperti tikus dan kucing. setelah itu kak dimas lalu bergegas pula untuk melanjutkan perjalanannya ke kampus. Setelah berpamitan dengan kakaknya almira lalu bersalaman dan mencium tangan guru-guru yang hari ini bertugas piket menyambut siswa. “selamat pagi pak guru, bu guru” ucap almira kepada guru, “selamat pagi almira” jawab guru-guru serentak.

Bel masuk sekolah pun berbunyi anak-anak kelas 4 yang pada hari ini melaksanakan jam olahraga segera berkumpul di halaman, “ayo anak...anak sebelum kita melaksanankan olahraga kita peregangan otot dulu agar tidak cidera saat olah raga, materi olahraga hari ini adalah bulu tangkis, anak-anak sudah membawa raket ?” tanya pak Untung guru olahraga di sekolahnya almira, “sudah pak...” jawab murid-murid serentak.

Almira yang memang bercita-cita menjadi atlet bulu tangkis memang senang sekali saat kelas olahraga apalagi dengan materi kesukaannya, itu alasan yang membuat dia berlari-lari saat dirumah tadi, ia terlalu bersemangat, baginya materi bulutangkis tidak boleh tertinggal sedetikpun olehnya, pemain bulu tangkis idolanya adalah Gregoria Mariska Tunjung seorang atlet bulu tangkis muda dari indonesia yang berhasil mendapatkan medali perunggu di olimpiade paris tahun 2024. Karena sangat sukanya dia bermain bulu tangkis almira menantang pak untung untuk duel single set dengan pak untuk “pak, duel yuk nanti kalau aku menang bapak traktir aku di kantin!” tantang almira kepada guru olahraganya saat jam olahraga hampir selesai, “oke almira, kalau kamu yang kalah kamu harus bernyanyi sambil membawa raket yang di ibaratkan gitar di depan teman-teman, setuju ?” tantang pak untung kembali, “setuju pak” ucap almira. Pertandinganpun dimulai sangat seru dengan sorak sorai dari teman-teman almira, almira yang tidak mau kalah memberikan perlawanan yang sangat sengit, karena dia juga tidak mau jika harus bernyanyi karena suaranya terkenal cempreng dikalangan teman-temanya, pertandingan berakhir dengan dimenangkan almira dengan skor tipis 21-19, “almira kamu hebat bisa mengalahkan bapak” ucap pak untung sambil nafasnya tersengal-sengal mendapatkan perlawanan keras dari almira,  “jelas dong pak, aku pengen jadi atlet bulu tangkis” ucap almira, kelas olahraga telah usai dan anak-anak istirahat pak untung menepati janjinya dengan membelikan almira susu kotak dan makanan kecil dari kantin.

Setelah olahraga telah usai almira tidak lupa memakan buah apel bekal dari ibunya dan melanjutkan pelajaran yang lain, tidak hanya pintar di olahraga almira termasuk anak yang pintar di semua mata pelajaran dengan dibuktikan ranking almira selalu masuk tiga besar diantara teman-temannya. Setelah sekolah usai almira dijemput lagi oleh kakaknya yang juga telah selesai kuliah lalu mereka pulang kerumah bersama-sama.

Waktu menunjukkan pukul 2 siang mereka baru sampai rumah, “assalamualaikum Ibuk... kita sudah pulang” ucap kak dimas dan almira sambil mencium tangan ibunya, “iya waalaikumsalam... lekas ganti baju lalu makan siang” ucap ibu, merekapun bergegas berganti baju lalu makan siang dirumah, “tok..tok...tok” suara pintu diketuk mengagetkan suasana pada saat makan siang mereka “ya sebentar..” teriak ibu dari dalam, “dimas coba kamu lihat siapa!” perintah ibu, kak dimas lalu membukakan pintu “oh.. pak Rt ada apa ya pak ?” ucap dimas “oh ya nak dimas, besok hari minggu kampung kita ada kerjabakti untuk tugas laki-laki membangun pos ronda yang sudah mulai rusak, dan perempuan memasak untuk jamuan yang sedang kerjabakti nak dimas !” ucap pak RT menjelaskan maksud dan tujuan kedatanganya ke rumah, “baik pak Rt, nanti saya sampaikan juga ke ibuk” jawab dimas, “kalau begitu saya permisi nak, melanjutkan info ke rumah yang lain” pamit pak RT, “baik pak silahkan” ucap dimas, dimaspun kembali kedapur melanjutkan makan siang dengan ibu dan adiknya. “siapa nak ?” tanya ibunya, “pak Rt buk, besok kita ada undangan kerjabakti, ibu diminta memasak bersama ibu-ibu yang lain, tugasku membangun pos ronda bersama bapak-bapak, oh ya dek almira daripada kamu dirumah sendirian, kamu ikut ibu bantu masak-masak ya, walapun sekedar megambilkan bumbu dan yang lain!” ucap kak dimas menjelaskan kepada ibu dan adiknya “siap pak bos” jawab almira bersemangat karena almira takut sendirian dirumah kebetulan besok hari minggu tidak ada aktifitas yang dilakukan almira. “betul apa yang dikatakan kakakmu, kegiatan masyarakat itu juga penting apalagi kita hidup didesa jika kita sedang kesusahan mereka yang banyak menolong kita almira, apalagi saat bapakmu dulu masih ada, bapakmu yang paling semangat kalau ada kegiatan kampung seperti ini, sekarang bapak sudah tidak ada, jadi kalian berdualah yang mengggantikanya!” ucap ibu menjelaskan pentingnya hidup bermasyarakat. “baik bu” ucap dimas dan almira bersama-sama. 

Seperti biasa menjelang sore almira pergi ke masjid untuk mengaji bersama teman-temannya sampai magrib di lanjutkan sholat magrib di masjid, dan kakaknya ketika sore membantu menjaga toko kelontong milik mereka. “assalamualaikum kak, buk almira pulang” ucap almira pulang mengaji, “walaikumsalam almira” ucap ibuk dan kak dimas, “dimas almira segera ganti baju istirahat setelah itu kita makan malam ya !” ucap ibunya, merekapun makan malam bersama. “almira dimas bagaimana sekolah dan kuliahmu hari ini?” tanya ibu menanyakan kegiatan belajar anak-anaknya, “Alhamdulillah lancar bu” jawab dimas, “aku tadi menang bulu tangkis melawan pak untung bu, kak dimas, seru loh aku di traktir di kantin” sahut cerita almira bersemangat. “wah adik kakak ini memang jago kalo urusan bulutangkis kayak bapak dulu walaupun Cuma juara kampung” ucap kak dimas, “iya betul, bapak dulu sama seperti kamu lincahnya apa-apa serba bisa tapi juga bawel seperti kakakmu, memang kakakmu ini persis bapak kalau soal disiplin!” ucap ibunya menceritakan bapaknya dulu semasa hidup, “dimas almira setelah makan malam selesai, lanjutkan belajar ya nak, dimas selesaikan skripsinya dan almira lanjutkan tugas-tugas dari sekolahnya, kalau sudah selesai langsung istirahat besok kita harus bangun pagi karena ada kerjabakti kampung!” ucap ibunya mengingatkan anak-anaknya untuk tetap rajin belajar dan tidur cepat, “baik bu bos siap laksanakan” ucap mereka berdua.

Setelah makan malam selesai merekapun melanjutkan aktifitas belajarnya, dimas dengan skripsinya yang harus segera selesai, dan almira dengan tugas-tugas sekolahnya, mereka berdua sudah terlatih disiplin sejak bapak mereka masih hidup, keinginan mereka berdua sama ingin merubah nasib mereka menjadi lebih baik, apalagi setelah bapaknya meninggal mereka saling bergantian merawat dan membahagiakan ibunya, mereka tidak mau air mata kesedihan menetes dari ibunya, cukup satukali saat bapak sudah tidak ada, mereka selalu bersemangat membuat ibu mereka bahagia, setelah selesai belajar merekapun tidur cepat dan tidak pernah bergadang jika tidak perlu, karena selalu ada aktifitas panjang dikemudian hari seperti misi-misi yang harus selalu mereka selesaikan. 

~end~


    


0 Comments:

Posting Komentar